Hati hati dengan harapan.
Hati hati dengan perasaan berharap.
Apalagi perasaan menyimpan harapan.
Karena tidak semua harapan akan selurus dengan kenyataan.
Karena tidak semua harapan akan memberi kebenaran realita.
Karena tidak semua harapan akan selalu tercapai faktanya.
Kadang, hidup kita harus hancur, harus terbuang, harus terperangkap dan harus tenggelam di dasar lautan luas yang tak berpenghuni.
Kadang, perasaan kita harus pecah, harus dibangun, kemudian harus dipecahkan lagi.
Semua karena, menyimpan harapan.
Maka, hati hati untuk menyimpan harapan.
Apalagi harapan terlalu tinggi.
Dengan ketinggian sedang saja, sakit nya tiada ampun dan tiada obatnya jika jatuh.
Apalagi terlalu tinggi?
Namun, jika harapan mu sudah sepertiku, terlanjur ada,
Sudah terlanjur tinggi,
Sudah terlanjur jatuh,
Dan sudah terlanjur membuat perasaan, tubuh, dan jiwamu hancur.
Maka berhati-hati lah.
Jangan menyimpan harapan lagi.
Kata sakit hati tidak akan ada, jika harapan tidak ada.
Kata patah hati tidak akan ada, jika harapan tidak ada.
Kata bersedih tidak akan ada, jika harapan juga tidak ada.
Karena bersedih,sakit hati, atau pun patah hati itu tidak mgkn akan ada obatnya.
Yang kau harapkan pun tidak akan pernah datang.
Yang kau harapkan pun tidak akan pernah memenuhi harapanmu.
Yang kau harapkan pun tidak pernah akan buat mu tersenyum.
Kau hanya membuang waktu mu untuk berharap.
apa yang kau nantikan agar sedih, patah, dan sakit menghilang?
Kecuali dia.
Namun, tidak mungkin. Cuma harapankan?
Maka, realtiskan pikiranmu. Buang jauh harapnmu.
Hanya itu satu satu nya jalan.
Apa? Kau sesak napas?
Apa? Jantung mu berdetak kencang?
Apa? Air matamu jatuh?
Itu hanya komplikasi jika terlalu tinggi harapanmu.
Seka air matamu, bernapaslah dengan perlahan, dan irama jantungmu akan reguler.
Maka, perlahan rendahkan harapanmu.
Jika telah rendah, perlahan tarulah ia ke tanah.
Tanam, kemudian kubur dalam-dalam.
Tidak akan ada apa apa jika kau kubur saat ini, hanya sekali saja sakitnya.
Setidaknya, sakitnya tidak berkepanjangan lagi.
Putuskan lah hari baru untuk hati yang baru.
Hati yang membuatmu bisa memperlakukan mu selayaknya "berhati".
Hati yang membuatmu tidak perlu sesak, tidak perlu menjatuhkan air mata, apalgi detak jantung yg membuat dada menjadi sakit. Yang dapat membagi waktunya untukmu walaupun di tengah kesibukannya. Yang dengan tegas dan bangga menggandeng mu didepan semua orang. Dan membuat semua orang cemburu akan hubungan mu.
Setelah ia datang,
Maka ucapkan terima kasih.
Atas nyawa baru.
Atas nafas baru.
Dan atas hidup yang baru.
Dan ingat, apapun, berhati-hati lah.
hati-hati dengan harapan!
Sabtu, 16 Mei 2015
Diposting oleh
gina pangeran
di
02.46
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar