dear kau,
kau tau?
Beberapa hari dalam dekade ini nafasku sesak.
Tapi jangan salah, ini bukan karena penyakit pada paru-paru,
Atau penyakit karena perselubungan homogen jika dilihat
dengan rontgen dada.
Tidak sama sekali.
Melainkan karena kekurangan oksigen.
Kau tau kenapa?
Karena oksigen untuk hidup nafasku pun akan ku bagi dua
dengan mu.
Karena oksigen lebih baik menghidupkan mu, daripada
menghidupkan ku.
Juga kau harus tau,
Betapa ku nikmatinya merindu mu.
Bagaikan ku nikmati bau hujan rintik yang menetes
dijalan-jalan
Bagaikan ku nikmati bahagia berbagi makanan bersama dengan
mereka yang tak mampu.
Bagaikan menikmati dekapan angina sepoi yang bisa
menyejukkan hati, kepala, juga raga.
Dirimu semacam kolase kata indah yang sudah lama ku cari.
Yang mungkin dulu bersemayam dilekung langit.
Jika aku nanti menemukan ‘kau’,
Terima kasih,
Bukan karena materi atau beberapa ratus lembar halaman yang
kau bagikan kepadaku,
Tapi atas nyawa,
Yang kau titipkan disela-sela katamu, disela-sela kita.
Lewatnya,
Ada nafas baru,
Dari pedihnya luka cinta masa lalu.
Ternyata benar, jangan berani berpijak di sesuatu yang
retak.

0 komentar:
Posting Komentar